BRMP Paparkan Strategi dan Kunci Pertanian Berkelanjutan Indonesia pada COP30
(18/11/2025) Ajang COP30 Brasil menjadi kesempatan berharga bagi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian untuk memperkenalkan eksistensi dan tugas BRMP dalam mengawal perakitan, perekayasaan dan standardisasi pertanian modern di Indonesia. Pada event yang diselenggarakan oleh Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO), BRMP memaparkan strategi dan kunci pertanian berkelanjutan yang ditopang oleh 3 (tiga) pilar, yaitu ekologi, ekonomi dan sosial. Ketiga pilar tersebut menjadi perhatian utama Indonesia. Pilar ekologi yang mencakup lahan, air dan lingkungan, pemanfaatannya dilakukan dengan pendekatan teknologi spesifik lokasi dan menerapkan prinsip keseimbangan (misalnya pemupukan berimbang), serta melindungi pilar ekologi dengan regulasi yang jelas diantaranya UU Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan.
Pilar ekonomi ditunjukkan dengan konstribusi nyata sektor pertanian terhadap PDB yang merupakan salah satu penyumbang PDB tertinggi bagi Indonesia. BPS juga mencatat sebanyak lebih dari 28% tenaga kerja Indonesia berada di sektor pertanian guna menyediakan pangan yang cukup dan bergizi melalui program swasembada berkelanjutan bagi sekitar 287 juta jiwa. Oleh karena itu, pilar sosial menjadi penopang penting bagi sektor pertanian.
Adapun strategi yang ditempuh adalah “Dual Strategies” yaitu keselarasan antara kebijakan/aturan dan tindakan/aksi. Diantara strategi kebijakan yang telah dilakukan adalah penyederhanaan aturan seperti telah dilakukan untuk pupuk bersubsidi dan menurunkan harga pupuk sehingga rekomendasi pemupukan berimbang dapat diterapkan oleh petani. Kebijakan lainnya adalah peningkatan produksi melalui program optimalisiasi lahan agar produktivitasnya meningkat dan kelestarian lingkungan terjaga. Kebijakan tersebut diikuti dengan aksi nyata yang memberikan dampak pada peningkatan produktivitas, diantaranya konservasi sumberdaya pertanian (tanah dan air), penggunaan varietas unggul rendah emisi, pemupukan berimbang, penggunaan bahan organik, dan lainnya.
Berdasarkan praktik di lapangan, maka terdapat setidaknya 4 (empat) kunci yang mengindikasikan keberhasilan pertanian berkelanjutan di Indonesia, yaitu (a) mengaktifkan kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak, (b) menerapkan prinsip berimbang, (c) melindungi sumberdaya lahan, air dan lingkungan, dan (d) menghubungkan secara langsung pusat produksi dengan pasar. Berbagai pihak baik Pemerintah (pusat dan daerah), lintas Kementerian/Lembaga, hingga petani bahu membahu membangun pertanian Indonesia. Program yang dilaksanakan melalui modernisasi pertanian dengan mempertimbangkan potensi setempat dan sesuai kondisi spesifik Lokasi kegiatan, menggunakan prinsip keseimbangan dan memberikan akses terhadap input dan pasar secara langsung kepada petani dengan harga produk yang menguntungkan telah dirasakan manfaatnya dalam bentuk peningkatan produksi pangan.