BRMP Tanah dan Pupuk Gelar Bimtek Pengelolaan Lahan dan Adaptasi Perubahan Iklim
OKU Timur, 30 September 2026 – Dalam upaya mendukung program strategis Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, BRMP Tanah dan Pupuk menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Lahan dan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Mendukung Peningkatan Produktivitas dan Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sumber Suko, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, ini diikuti oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur, Ketua Tim Kerja Penyuluh, Koordinator Penyuluh, para penyuluh, serta kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan dari lima wilayah BPP, yaitu Belitang I, Belitang Madang Raya, Buay Madang Timur, Belitang Jaya, dan Belitang III.
Tingkatkan Kapasitas Penyuluh dan Petani Menghadapi Perubahan Iklim
Bimtek ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh serta petani dalam mengelola lahan secara optimal dan menerapkan strategi adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Materi yang disampaikan mencakup teknik pengelolaan lahan, adaptasi terhadap kekeringan dan banjir, pengenalan varietas unggul adaptif, pengaturan pola tanam, sistem peringatan dini iklim, serta penerapan teknologi pertanian modern.
Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemupukan berimbang, pemanfaatan pupuk organik, peningkatan kesuburan tanah, dan penerapan Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman padi.
Pengelolaan Lahan dan Air sebagai Kunci Peningkatan Produktivitas
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Tanah dan Pupuk, Ibrahim Adamy Sipahutar, S.P., M.Sc., menyampaikan bahwa sektor pertanian menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, antara lain cuaca ekstrem, ketidakpastian curah hujan, dan kekeringan berkepanjangan.
Peningkatan produktivitas pertanian, menurutnya, perlu didukung oleh kemampuan penyuluh dan petani dalam mengelola lahan secara tepat, menggunakan air secara efisien, serta menerapkan strategi adaptasi perubahan iklim.
“Bimbingan teknis ini penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh serta petani dalam mengelola lahan suboptimal agar lebih produktif, sekaligus membekali mereka dengan strategi adaptasi perubahan iklim dan pengelolaan air yang efisien.”
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur mengarahkan agar pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat segera diterapkan di lapangan. Penyuluh dan petani juga didorong untuk memanfaatkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), pH meter, dan Bagan Warna Daun (BWD) sebagai alat bantu dalam mengetahui status hara tanah dan menentukan rekomendasi pemupukan yang tepat sesuai kebutuhan tanaman.
Tiga Materi Utama untuk Mendukung Pertanian Adaptif
Dalam kegiatan ini, disampaikan tiga materi utama yang saling melengkapi dalam mendukung pengelolaan lahan dan peningkatan produktivitas pertanian.
1. Mitigasi Dampak El Niño untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan yang disampaikan oleh Dr. Aris Pramudia (BRIN)
Materi ini membahas dampak El Niño dan potensi kekeringan, serta strategi menghadapi musim kemarau 2026 dan musim hujan 2026/2027. Strategi yang disampaikan meliputi pemantauan informasi iklim, pengaturan pola tanam berbasis kondisi iklim, penggunaan varietas adaptif, pengelolaan air, serta pemanfaatan sistem informasi dan peringatan dini.
2. Penerapan Teknologi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang disampaikan oleh Bapak Sudigyo (Dinas Pertanian OKU Timur)
PM-AAS diperkenalkan sebagai sistem budidaya padi intensif yang mengintegrasikan penggunaan benih secara langsung, penanaman dalam barisan yang rapat dan teratur, mekanisasi pertanian, serta pengelolaan budidaya berbasis data dan kondisi spesifik lokasi. Penerapan sistem ini diharapkan dapat mendukung efisiensi usaha tani dan peningkatan produktivitas padi.
3. Teknologi Ameliorasi dan Pengelolaan Kesuburan Tanah yang disampaikan oleh Ibrahim Adamy Sipahutar, SP., MSc.
Materi ini menekankan pentingnya pemeliharaan dan peningkatan kesuburan tanah melalui penambahan bahan organik, seperti pupuk organik dan biochar, perbaikan pH tanah menggunakan kapur atau dolomit, penerapan pemupukan berimbang dan spesifik lokasi, serta pemilihan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi lahan.
Diskusi Interaktif, Bahas Tantangan Pertanian di Lapangan
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang, mulai dari dampak perubahan iklim, prakiraan musim hujan, pergeseran awal musim tanam rendeng, kondisi perakaran tanaman padi pada musim kemarau, hingga penurunan produktivitas tanah akibat penggunaan bahan tertentu pada lahan sawah.
Para pemateri memberikan penjelasan dan tanggapan berdasarkan materi serta aspek teknis yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi peserta. Diskusi ini menjadi sarana berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat pemahaman penyuluh dan petani dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, BRMP Tanah dan Pupuk berharap kapasitas penyuluh dan petani semakin meningkat, pengelolaan lahan menjadi lebih optimal, penggunaan pupuk semakin efisien, serta teknologi pertanian adaptif dapat diterapkan sesuai kondisi spesifik lokasi.
Sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani diharapkan terus diperkuat guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan.