FGD Perkuat Rekomendasi Pemupukan Padi untuk Ketahanan Pangan
Pertemuan yang dipimpin oleh Kepala BRMP Tanah dan Pupuk, Ibrahim Adamy Sipahutar, S.P., M.Sc., membahas agenda terkait pembaruan rekomendasi pemupukan padi. Hasil dari kegiatan tersebut dapat menjadi dasar penting dalam penyusunan rekomendasi pemupukan yang lebih tepat sasaran. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain karakteristik tanah, ketersediaan unsur hara, serta hasil analisis laboratorium yang telah dilakukan.
Dalam pembahasan updating rekomendasi pemupukan, ditekankan bahwa penyusunan rekomendasi harus memperhatikan karakteristik tanah, ketersediaan hara, hasil analisis laboratorium, serta korelasi antar parameter tanah.
Selain itu, rekomendasi pemupukan harus mempertimbangkan pH tanah agar ketersediaan hara optimal, nilai KTK untuk menentukan frekuensi pemupukan (split), serta prinsip pemupukan berimbang 4T (tepat jenis, dosis, waktu, dan cara). Model pemupukan juga tidak selalu bersifat linear, sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi tanah, varietas, dan target produksi.
Upaya peningkatan kesuburan tanah juga didorong melalui pengembalian jerami dan pemberian pupuk organik secara konsisten. Dengan pendekatan ini, diharapkan rekomendasi pemupukan yang dihasilkan lebih efektif dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi pemupukan yang lebih efektif guna meningkatkan produktivitas padi mendukung ketahanan pangan nasional.